Akademi Angkatan Laut
DISIPLIN - KEBANGGAAN - KERJA KERAS - KERJA CERDAS

GUBERNUR AAL BERANGKATKAN LATSITARDA TARUNA AAL DENGAN KRI TELUK BINTUNI-520

Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., memberangkatkan Satlat Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XXXVII Taruna AAL tingkat IV angkatan ke-62 yang menggunakan KRI Teluk Bintuni-520 di dermaga Madura Koarmatim Ujung, Surabaya, pada hari Selasa (11/4). Pemberangkatan Satlat Latsitarda Nusantara tersebut juga dihadiri Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Rudy Andi Hamzah, S.AP., Kepala Staf Koarmatim Laksma TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M., dan sejumlah pejabat utama Koarmatim, AAL, dan Kolinlamil.

Selanjutnya, Taruna AAL yang berjumlah 95 orang tersebut akan bersama-sama dengan Taruna Akmil, Taruna AAU, Taruna Akpol serta Praja IPDN, mahasiswa dari berbagai universitas, dan masyarakat melaksanakan Latsitarda yang akan dimulai tanggal 12 April s.d. 18 Mei 2017.

 

Latsitarda merupakan kegiatan kurikulum integratif Taruna dewasa Akademi TNI, Polri, bersama dengan Praja IPDN serta mahasiswa dari beberapa universitas yang dilaksanakan menjelang akhir pendidikan Taruna tingkat IV. Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Latsitarda ini meliputi karya bhakti, teknologi tepat guna, riset sosial, wisata juang dan bhakti sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para Taruna sebagai kader pemimpin TNI dalam menyongsong tugas pengabdian kepada bangsa dan negara dimasa datang.

 

Latsitarda juga untuk menumbuhkembangkan jiwa dan semangat integrasi, meningkatkan etika moral kejuangan sebagai upaya membangun soluditas TN, memberikan wawasan kepada para Taruna melalui pengenalan suatu daerah sebagai bagian integral wilayah NKRI dan memupuk kemanunggalan TNI dengan masyarakat serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui karya bakti dan penyuluhan.

 

Bangsa Indonesia yang memiliki wilayah yang besar dan luas dengan latar belakang kondisi geografis yang berbeda, sumber daya alam yang beraneka ragam dan kehidupan masyarakat yang kompleks dan majemuk, merupakan suatu realita Kebhinekaan yang harus dipahami dan dimaknai secara positif oleh para Taruna dalam upaya memperkuat kesadaran tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, tegasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *