Akademi Angkatan Laut
DISIPLIN - KEBANGGAAN - KERJA KERAS - KERJA CERDAS

WAGUB AAL PIMPIN UPACARA BENDERA DI AAL

Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut (Wagub AAL) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Rudy Andi Hamzah, S.AP., bertindak selaku Inspektur Upacara pada upacara penaikan Bendera Merah Putih di lapangan Arafuru, AAL, Bumimoro, Surabaya, Senin (17/07).

Upacara dihadiri pejabat utama AAL dan para Kasatker jajaran AAL dengan pasukan upacara terdiri dari satu Kompi Perwira, satu Kompi Bintara, satu Kompi Tamtama dan dua Kompi Aparatur Sipil Negara (ASN) Akademi Angkatan Laut dibawah komando Komandan Upacara Mayor Laut (P) Bambang Purnomo.

Pada upacara tersebut, Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Rudy Andi Hamzah, S.AP., membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian, diantaranya terkait sejumlah aksi teror geng motor  yang telah menimbulkan kerugian personel TNI. Dalam mengatasi permasalahan ini, Panglima TNI memerintahkan kepada seluruh aparat intelijen dan teritoral TNI untuk berkoordinasi dengan aparat Kepolisian guna mendeteksi dan mencegah setiap aksi kejahatan yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat khususnya keluarga besar TNI dan Polri.

Disisi lain, Panglima TNI berharap kepada seluruh prajurit TNI harus membekali diri dengan berbagai kemampuan dalam menghadapi tantangan tugas kedepan yang tinggi dan semakin kompleks. “Ketika kalian melakukan tindakan tegas dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, maka saya selaku Panglima TNI akan mengambil alih tanggung jawab atas langkah dan tindakan kalian”, tegas Panglima TNI.

Dalam amanatnya, Panglima TNI juga mengingatkan dan mewaspadai tentang bahaya terorisme yang merupakan ancaman nyata kepada bangsa Indonesia, misalnya terkait jaringan ISIS yang belakangan ini sering beraksi. “Terorisme adalah kejahatan terhadap negara”, kata Panglima TNI. TNI akan mengikuti segala ketentuan yang ada di dalam undang-undang demi menyelamatkan anak cucu bangsa Indonesia, kata Panglima TNI.

Di akhir amanatnya, Panglima TNI mengingatkan kembali bahwa hal yang tidak kalah penting yaitu mengenai penggunaan media sosial. Panglima TNI memerintahkan kepada segenap prajurit TNI dan ASN TNI agar mewaspadai kehadiran kelompok baru yaitu Cyber Narco Terorism. Kelompok ini menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk meyebarkan informasi sesat, mengedarkan dan menyalahgunakan Narkotika yang hasilnya digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme.

“Kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya bagi peradaban satu bangsa termasuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia, kata Panglima TNI. Panglima TNI memerintahkan kepada seluruh prajurit, ASN dan keluarga besar TNI untuk membatasi penggunaan handphone, smartphone dan media elektronik lainnya dari hal-hal yang tidak penting.

“Hindari penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial, karena hal itu dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa”, tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *