Akademi Angkatan Laut
DISIPLIN - KEBANGGAAN - KERJA KERAS - KERJA CERDAS

WAGUB AAL PERIKSA KELENGKAPAN DAN LEPAS DIKKO TARUNA MARINIR

Menjelang keberangkatan menuju daerah latihan untuk menempuh pendidikan komando (Dikko), sebanyak 24 Taruna AAL Tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-64 menggelar kelengkapan Dikko di depan gedung R. Soebijakto, Mako Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Kamis (30/11). Gelar kelengkapan Dikko diperiksa Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut (Wagub AAL) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Suhono beserta pejabat utama AAL.

Gelar kelengkapan ini bertujuan untuk mengecek dan memeriksa perlengkapan perorangan maupun inventaris para Taruna sebelum menuju daerah latihan sehingga jika masih ada kekurangan dapat segera dilengkapi. Selain itu yang tidak kalah penting juga untuk memastikan kesehatan para Taruna Korps Marinir peserta Dikko.

Usai pelaksanaan gelar kelengkapan, Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Suhono melepas keberangkatan Taruna Korps Marinir dalam suatu upacara di lapangan Banda, Mako Akademi Angkatan Laut dengan dihadiri para pejabat utama AAL, Komandan Resimen AAL, para Kadep AAL serta para pelatih Taruna Marinir. Upacara pelepasan Dikko ditandai dengan pemasangan toggle rope kepada perwakilan peserta Dikko oleh Wagub AAL.

Pada upacara pelepasan Lattek Dikko ini Wagub AAL membacakan amanat tertulis Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M. Dalam amanatnya Gubernur AAL menyampaikan bahwa pendidikan komando merupakan salah satu program latihan bagi para Taruna Tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-64 yang telah ditetapkan pada Program Pelaksanaan Pendidikan (Prolakdik) AAL yang bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dan keterampilan dasar komando kepada Taruna Korps Marinir secara perorangan maupun kelompok dalam situasi pertempuran aspek darat, laut dan kondisi khusus.

Menurut Gubernur AAL, setelah melaksanakan Lattek Dikko ini para Taruna Korps Marinir memiliki keterampilan untuk mengatasi berbagai rintangan alam maupun buatan yang dihadapi dalam pertempuran, memiliki kemampuan teknik dan taktik bertempur satuan kecil di daerah rawa maupun daerah berhutan/gunung, melaksanakan tugas-tugas khusus secara perorangan maupun kelompok dibawah kondisi yang tidak menguntungkan serta memiliki kemampuan dalam menerapkan taktik gerilya maupun lawan gerilya.

Taruna AAL Tingkat III Korps Marinir angkatan ke-64 akan menjalani pendidikan komando selama kurang lebih tiga bulan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpur Mar). Dalam latihan ini,  Taruna Marinir melaksanakan lima tahap latihan yang meliputi Tahap Dasar Komando, Tahap Komando Laut, Tahap Komando Hutan, Tahap Gerilya Lawan Gerilya dan Tahap Lintas Medan di tempat latihan berbeda yaitu Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo,  Pasuruhan dan Surabaya.

Semua materi latihan tersebut harus dilaksanakan sebagai syarat untuk mendapatkan Brevet Komando dan Baret Ungu, Baret kehormatan dan kebanggaan prajurit Korps Marinir.

Seusai upacara pelepasan, Wagub AAL memberikan pengarahan secara khusus, antara lain tentang tahap-tahap pendidikan komando dan berbagai materi lainnya. Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Suhono yang berhasil mendapatkan nilai terbaik ketiga pada pendidikan yang sama menegaskan kepada para Taruna agar senantiasa menjaga kekompakan dan jiwa korsa, jaga kedisiplinan dan loyalitas kepada pelatih yang sudah sangat profesional, pimpin anak buah secara baik dengan senantiasa menjadi teladan serta bersemangat menjalani seluruh materi latihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *