Akademi Angkatan Laut
DISIPLIN - KEBANGGAAN - KERJA KERAS - KERJA CERDAS

Sistem Pendidikan

a. Metode Among Asuh

Metode belajar di AAL adalah dengan mengggunakan pendekatan among asuh yaitu dengan prinsip :

  • Ing ngarso sung tulodho
  • Ing madyo mangun karso
  • Tut Wuri handayani

 

b. Tri Tunggal Pusat

Pendidikan di AAL menggunakan wahana tri tunggal pusat, yang terdiri dari keluarga, masyarakat dan ksatrian. Ketiganya saling memberikan penguatan untuk tercapainya pendidikan di AAL yang optimal.

 

c. Sistem SKS

Pendidikan diselenggarakan berdasarkan sistem Satuan Kredit Semester (SKS).

1) Pengertian

Sistem kredit adalah sistem penyelenggaraan pendidikan di mana beban studi Kadet, beban kerja tenaga pengajar, dan beban penyelenggaraan pendidikan, dinyatakan dalam Satuan Kredit. Semester adalah satuan waktu untuk menyatakan lamanya penyelenggaraan pendidikan. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri dari 16 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya berikut kegiatan iringannya termasuk 2 minggu kegiatan penilaian; jadi Satuan Kredit Semester (SKS) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi Kadet, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha Kadet, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu, serta besarnya usaha untuk menyeleng-garakan pendidikan bagi tenaga pengajar.

2) Ciri-ciri Sistem Satuan Kredit Semester (SKS)

a) Dalam Sistem Satuan Kredit Semester (SKS), tiap-tiap mata kuliah diberi nilai kredit.

b) Banyaknya nilai kredit untuk masing-masing matakuliah ditentukan berdasarkan besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam program perkuliahan, praktikum, kerja lapangan, maupun tugas-tugas yang lain. Dengan demikian besar kecilnya bobot SKS suatu mata kuliah sama sekali tidak mencerminkan penting atau tidaknya mata kuliah yang bersangkutan, akan tetapi mencerminkan luasnya ruang lingkup, mendalamnya bahan yang perlu dibahas serta banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk menguasainya.


3) Nilai Kredit

Besarnya beban studi yang harus dipikul oleh Kadet untuk suatu semester maupun beban studi untuk menyelesaikan pendidikan, dinyatakan dalam nilai kredit. Nilai kredit yang harus dipikul oleh Kadet tergambar dalam nilai kredit suatu mata kuliah. Nilai kredit suatu mata kuliah ditentukan berdasarkan atas beban kegiatan yang meliputi keseluruhan 3 macam kegiatan per minggu sebagai berikut:


a) Untuk Kadet

Satu SKS kegiatannya terdiri dari:

(1) 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk kuliah;

(2) 60 menit acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal, tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah atau menyelesaikan soal-soal;

(3) 60 menit acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan Kadet secara mandiri untuk mendalami, mem-persiapkan atau menyelesaikan tugas akademik lain, misalnya dalam bentuk membaca buku acuan.

b) Untuk Tenaga Pengajar

Satu SKS kegiatannya terdiri dari:

(1) 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan para Kadet;

(2) 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur;

(3) 60 menit pengembangan materi kuliah.

4) Beban Studi Kadet Untuk Satu Semester

Beban studi Kadet untuk satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Seorang Kadet, di lain pihak, dituntut bekerja lebih lama, sebab tidak saja ia bekerja pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Pada siang hari, umumnya Kadet dapat belajar antara 7-9 jam dan pada malam hari 2 jam, sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut:

 

a). satu semester : 20 – 22 SKS

b). satu hari :

(1) siang hari 7-10 jam

(2) malam hari 3 jam

c) satu minggu : 50-65 jam (5 hari kerja)

Dalam menentukan beban studi untuk satu semester, perlu juga diperhatikan kemampuan Kadet. Umumnya seorang Kadet yang baru masuk, dapat memikul beban studi sebanyak 20-22 SKS.