Akademi Angkatan Laut
DISIPLIN - KEBANGGAAN - KERJA KERAS - KERJA CERDAS

Tradisi

Penerimaan Taruna

Setelah menyelesaikan tahap pendidikan dasar keprajuritan di Magelang selama 5 bulan bersama-sama dengan Taruna Akademi Militer dan Akademi Angkatan Udara, para Prajurit Taruna (Pratar) AAL memasuki kampus AAL Bumimoro Surabaya.

Sebelum mengikuti pendidikan di AAL para Pratar melaksanakan latihan Prabakti. Setelah selama tiga minggu melaksanakan orientasi terhadap proses pendidikan di AAL sebagai bekal penambahan wawasan dan wacana kemaritiman matra Laut, maka diakhiri dengan suatu tradisi mandi lumpur bagi Pratar.

Prosesi pengakhiran latihan ini diawali dengan acara api unggun di lapangan Aru Bumimoro kemudian untuk lebih mengenal situasi kota Surabaya, pada dinihari para Pratar di lepas dari Taman Bungkul Surabaya, melaksanakan speed march menempuh rute jalan-jalan protokol Surabaya. Menjelang fajar menyingsing mereka tiba di kampus AAL Bumimoro lalu mengikuti upacara Penutupan Latihan Prabakti. Guna menumbuh-kembangkan motivasi dan memantapkan diri sebagai prajurit samudra sejati yang tanggap, tanggon, dan trengginas, para Pratar pun bermandi lumpur laut dan minum seteguk air suci samudera.

 

Pengukuhan Ibu Asuh Akademi Angkatan Laut

Upacara pengukuhan Ibu Taruna Akademi Angkatan Laut memiliki arti penting sebagai aktualisasi dari sistem bimbingan dan pengasuhan Taruna Akademi Angkatan Laut yaitu “TRI TUNGGAL PUSAT” dimana peran Ibu Taruna Akademi Angkatan Laut sebagai bagian dari keluarga merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh pada pelaksanaan metode among asuh dalam proses pembentukan watak perilaku Taruna Akademi Angkatan Laut.

Kehidupan sehari-hari yang dialami para Taruna AAL memang keras dan penuh disiplin tinggi. Kalau saja di rumah, dan sang ibunda masih ada, mungkin keluh kesah itu bisa disampaikan kepada ibunda tercinta. Tapi di akademi, kepada siapa beratnya tantangan hidup ini akan dicurahkan?

Kehadiran sosok seorang ibu di man pun senantiasa dinantikan, begitu pula di Akademi. Ibu tempat mengadu dari segala kemelut hidup yang dihadapi. Ada hal-hal tertentu yang hanya dapat diterima dengan sanubari apabila sosok seorang ibu yang menyampaikan hal itu. Di situ letaknya kelebihan seorang ibu.

Acara Pengukuhan Ibu Asuh Taruna merupakan simbol penerimaan Ibu Gubernur AAL selaku Ibu Asuh seluruh Taruna AAL. Prosesi berlangsung sejak pukul 18.00 dan diawali dengan berjalannya Ibu Asuh di antara barisan kehormatan Taruna AAL dengan Kadga (pedang khas kadet) membentuk gapura serta barisan kehormatan yang membawa obor. Dan diakhiri dengan pengalungan medali, simbol Ibu Asuh oleh perwakilan Taruna.

 

Wisuda Purna Wira


Upacara Wisuda Purna Wira Perwira Tinggi dan pewarisan kepemimpinan TNI / TNI AL, pada hakekatnya merupakan kegiatan seremonial yang telah ditradisikan sebagai simbolisasi pewarisan nilai-nilai luhur kepemimpinan TNI / TNI AL, dari generasi yang telah memasuki masa purna bhakti kepada generasi muda sebagai generasi penerus.

Upacara ini juga merupakan visualisasi dua peristiwa penting baik di lihat dari prespektif pembinaan TNI AL secara luas, maupun dari sisi kehidupan kedinasan Perwira TNI AL. Kedua peristiwa ini secara signifikan menggambarkan awal dan akhir dari proses panjang pembinaan personel TNI AL, dan perjalanan karier seorang perwira dalam melaksanakan dinas aktifnya.

Dua peristiwa ini sangat tepat jika disatukan dalam sebuah upacara yang selalu dilaksanakan di AAL. Di tempat ini diawali dan di tempat ini pula di akhiri secara formal seremonial, sebuah pengabdian panjang kepada negara dan bangsa melalui upacara ini diharapkan akan tumbuh dan berkembang ikatan dan kesinambungan batiniah yang kokoh dan kuat antara generasi pendahulu dan generasi penerus.

Upacara ini merupakan penghormatan dari seluruh jajaran TNI AL, yang disampaikan dengan penuh kebanggaan kepada para pemimpin pendahulu yang saat ini telah menyelesaikan masa dinas aktif dan mengakhiri pengabdian formalnya di lingkungan TNI / TNI AL. penghormatan dan kebanggaan ini dilandasi oleh rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus, atas segala pengabdian dan karya nyata para wisudawan sebagai pemimpin pendahulu yang telah disumbangkan tanpa pamrih bagi kemajuan dan kejayaan TNI AL.

Pada sisi lain, upacara ini merupakan kesempatan yang berharga bagi perwira muda untuk menghayati, mendalami dan mempedomani nilai-nilai luhur kejuangan para purnawirawan TNI AL yang telah lebih dahulu berjuang dan mengabdi kepada nusa dan bangsa. Nilai-nilai luhur tersebut tetap penting, relevan dan dibutuhkan sebagai tonggak dasar guna melaksanakan tugas dan pengabdian generasi penerus dalam mendukung perjuangan bangsa untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Upacara ini secara simbolik mengungkapkan adanya kesinambungan ikatan batiniah antara para Pati Purnawirawan TNI AL sebagai generasi pelaku sejarah yang telah mempersembahkan karya nyata bagi kemajuan TNI AL, dengan generasi yang lebih muda yang akan melanjutkan tugas membangun sejarah masa depan TNI AL yang lebih baik lagi. Dalam ikatan batiniah tersebut tersimpul pula adanya rasa keikhlasan yang tulus dan rasa percaya dari para purnawirawan TNI AL sebagai generasi pendahulu kepada generasi penerus TNI AL.
 

Kedudukan sebagai Purnawira bukan berarti batas akhir dari pengabdian kepada bangsa dan negara, sebab bagi seorang pejuang, pengabdian kepada bangsa dan negara senantiasa terus berlangsung sampai akhir hayat. Dengan demikian, para wisudawan dalam statusnya sebagai purnawirawan TNI / TNI AL, diharapkan masih akan tetap memberikan kontribusinya bagi perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara sesuai dengan peran dan kemampuannya, baik dalam kaitan kapasitasnya sebagai salah satu bagian dari cadangan TNI, maupun sebagai salah satu bagian dari keluarga besar TNI / TNI AL yang hidup di tengah-tengah masyarakat.